• Kontak Kami
  • Hotline : 0324-333805
  • SMS : 085259561116
  • BBM : DC587BDE

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Batik Tulis Madura Sebagai Warisan Budaya

Batik Tulis Madura Sebagai Warisan Budaya

Diposting pada 14 September 2013 oleh batik99

Mencintai batik tulis madura bukan berarti membenci batik cap maupun printing. Rasa cinta itu merupakan wujud kebanggaan sebagai bangsa yang memiliki seni warisan budaya leluhur. Kalau sekarang batik madura telah memiliki nilai ekonomis yang memadai tentu bukan secara kebetulan. Semua telah melalui pergulatan panjang para pengrajin batik tulis yang dulu membatik untuk mengisi waktu luang sehabis bekerja di sawah ladang.

Kini, nilai ekonomis kerajinan batik tulis madura telah dirasakan oleh banyak orang. Mulai dari pekerja batik, pembatik, pedagang batik, perancang busana, penjahit, toko kain, pabrik kain, buruh pabrik kain, petani kapas, semua merasakan prospek bisnis batik. Sejatinya, pembatiklah yang memiliki andil besar dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan produksi kain batik.

Munculnya batik cap maupun batik printing tidak menyurutkan semangat pembatik tradisional untuk membuat karya bermutu batik tulis madura. Batik printing maupun batik cap juga bukanlah pesaing batik tulis. Masing-masing punya penggemar sendiri. Tiap orang punya pilihan sendiri. Banyak pula yang memilih ketiganya untuk tujuan dan keperluan yang berbeda. Memilih batik tulis, batik cap atau printing sama halnya dengan memilih emas dari bermacam-macam kadar karatnya.

Mencintai Batik Tulis

Belajar Mencintai Batik Tulis

Ketika, tahun lalu, PPBI (Paguyuban Pecinta Batik Indonesia) Yogyakarta berkunjung ke Pamekasan mencoba memberikan edukasi tentang perbedaan batik tulis, batik cap dan batik printing memiliki cara unik. Ketiga jenis batik itu diperagakan dan pembawa acara meminta hadirin memberi respon seperti ini: Jika yang diperagakan batik tulis, hadirin merespon dengan ucapan “oke” tapi jika yang diperagakan batik cap atau printing responnya adalah “huuuuuuuu”. Hal itu bukanlah bermaksud merendahkan satu dari lainnya. Bukan pula mencintai batik tulis berarti membenci batik cap atau printing. Sama halnya dengan kecintaan saya terhadap budaya madura, bukan berarti mengurangi rasa hormat saya kepada budaya suku lain di Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa batik tulis memiliki nilai lebih dibanding batik cap dan printing. Batik tulis dibuat dengan cinta sebagai pengejawentahan ekspresi seni dan budaya pembatiknya. Sangat wajar bila batik tulis diberi nilai lebih tinggi dibanding batik yang bukan tulis. Kendati pengrajin batik madura tidak dapat membendung maraknya batik cap dan printing, kearifan lokal masih tetap terjaga dengan terus menghasilkan karya batik tulis. Makna filosofis yang ada dalam setiap motif batik tulis mampu memberi arti bagi kehidupan masa kini dan yang akan datang.

Madura, 13 September 2013

Nurlaila – Owner www.batikmadura99.com

Bagikan informasi tentang Batik Tulis Madura Sebagai Warisan Budaya kepada teman atau kerabat Anda.

Batik Tulis Madura Sebagai Warisan Budaya | Batik Madura 99

Komentar dinonaktifkan: Batik Tulis Madura Sebagai Warisan Budaya

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 10%
STOK HABIS
Rp 90.000 Rp 100.000
Habis / BM-437
OFF 10%
Rp 90.000 Rp 100.000
Ready Stock / BM-6406
OFF 10%
Rp 90.000 Rp 100.000
Ready Stock / BM-6895
SIDEBAR