• Kontak Kami
  • Hotline : 0324-333805
  • SMS : 085259561116
  • BBM : DC587BDE

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Batik Madura

Sejarah Batik Madura

Diposting pada 24 March 2013 oleh batik99

Sejarah batik Madura telah dikenal sejak zaman kerajaan. Konon, batik Madura mulai dikenal masyarakat luas antara abad ke 16 – 17.  Hal ini bermula ketika terjadi peperangan di Pamekasan Madura antara Raden Azhar (Kiai Penghulu Bagandan) melawan Ke’ Lesap. Raden Azhar merupakan ulama penasihat spriritual Adipati Pamekasan yang bernama Raden Ismail (Adipati Arya Adikara IV).  Sedangkan Ke’ Lesap merupakan putera Madura keturunan Cakraningrat I dengan istri selir.

Dalam peperangan itu, Raden Azhar memakai pakaian kebesaran kain batik dengan motif parang atau dalam bahasa Madura disebut motif leres. Batik parang merupakan kain batik dengan tampilan gambar garis melintang simetris. Ketika memakai kain batik motif parang, Raden Azhar memiliki kharisma, tanpak gagah berwibawa. Sejak itulah, batik menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Madura, terutama pembesar-pembesar di Pamekasan.

Batik Madura 99 (BM99)

Batik Madura 99 (BM99)

Batik motif parang merupakan pakaian kebesaran para raja terutama di Jogjakarta dan Solo. Konon, rakyat biasa pantang memakai. Kendati demikian, di zaman modern ini yang memakai batik motif parang bukan hanya raja. Semua orang boleh memakai agar tampak berwibawa. Dalam kehidupan sehari-hari, batik motif parang biasanya dipakai dalam acara resmi, misalnya rapat atau menghadiri undangan pernikahan. Hal ini sesuai dengan filosofi batik parang yakni menampilkan kewibawaan.

Batik Madura Motif Parang
Batik Madura Motif Parang

Tokoh penting yang dianggap paling berjasa dalam mengenalkan batik ke Madura adalah  Adipati Sumenep, Arya Wiraraja. Tokoh ini sangat dikenal karena memiliki kedekatan dengan Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.

Adanya kesamaan motif kain batik Madura dan Jogjakarta karena ada hubungan darah antara raja Mataram dengan para pembesar di Madura. Kerajaan Bangkalan pada zaman raja Cakraningrat I adalah bawahan Kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung.

Perjalanan sejarah batik Madura dewasa ini telah mencapai puncak kejayaan. Apalagi dengan pencanangan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Para pengrajin batik Madura di sentra-sentra batik Madura mengalami kegairahan membatik. Seperti sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bangkalan, sentra batik tulis Banyumas Klampar, Pamekasan, dan sentra batik tulis Pakandangan Sumenep. Pemkab Pamekasan bahkan menetapkan desa Banyumas Klampar kecamatan Proppo sebagai desa batik.

Sumber: Dewan Kesenian Pamekasan

Bagikan informasi tentang Sejarah Batik Madura kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Batik Madura | Batik Madura 99

Komentar dinonaktifkan: Sejarah Batik Madura

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 10%
STOK HABIS
Rp 90.000 Rp 100.000
Habis / BM99-504
OFF 15%
Rp 110.000 Rp 130.000
Ready Stock / BM-6661

Kategori Motif Batik

SIDEBAR