Home » Blog » Sejarah Batik Madura
120000
Rp 110000
stok habis
100000
Rp 85000
stok habis
100000
Rp 90000
Beli
100000
Rp 90000
stok habis

Sejarah Batik Madura

Sunday, March 24th 2013. Posted in Blog

Sejarah batik Madura telah dikenal sejak zaman kerajaan. Konon, batik Madura mulai dikenal masyarakat luas antara abad ke 16 – 17.  Hal ini bermula ketika terjadi peperangan di Pamekasan Madura antara Raden Azhar (Kiai Penghulu Bagandan) melawan Ke’ Lesap. Raden Azhar merupakan ulama penasihat spriritual Adipati Pamekasan yang bernama Raden Ismail (Adipati Arya Adikara IV).  Sedangkan Ke’ Lesap merupakan putera Madura keturunan Cakraningrat I dengan istri selir.

Dalam peperangan itu, Raden Azhar memakai pakaian kebesaran kain batik dengan motif parang atau dalam bahasa Madura disebut motif leres. Batik parang merupakan kain batik dengan tampilan gambar garis melintang simetris. Ketika memakai kain batik motif parang, Raden Azhar memiliki kharisma, tanpak gagah berwibawa. Sejak itulah, batik menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Madura, terutama pembesar-pembesar di Pamekasan.

Batik Madura 99 (BM99)

Batik Madura 99 (BM99)

Batik motif parang merupakan pakaian kebesaran para raja terutama di Jogjakarta dan Solo. Konon, rakyat biasa pantang memakai. Kendati demikian, di zaman modern ini yang memakai batik motif parang bukan hanya raja. Semua orang boleh memakai agar tampak berwibawa. Dalam kehidupan sehari-hari, batik motif parang biasanya dipakai dalam acara resmi, misalnya rapat atau menghadiri undangan pernikahan. Hal ini sesuai dengan filosofi batik parang yakni menampilkan kewibawaan.

Batik Madura Motif Parang
Batik Madura Motif Parang

Tokoh penting yang dianggap paling berjasa dalam mengenalkan batik ke Madura adalah  Adipati Sumenep, Arya Wiraraja. Tokoh ini sangat dikenal karena memiliki kedekatan dengan Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.

Adanya kesamaan motif kain batik Madura dan Jogjakarta karena ada hubungan darah antara raja Mataram dengan para pembesar di Madura. Kerajaan Bangkalan pada zaman raja Cakraningrat I adalah bawahan Kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung.

Perjalanan sejarah batik Madura dewasa ini telah mencapai puncak kejayaan. Apalagi dengan pencanangan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Para pengrajin batik Madura di sentra-sentra batik Madura mengalami kegairahan membatik. Seperti sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bangkalan, sentra batik tulis Banyumas Klampar, Pamekasan, dan sentra batik tulis Pakandangan Sumenep. Pemkab Pamekasan bahkan menetapkan desa Banyumas Klampar kecamatan Proppo sebagai desa batik.

Sumber: Dewan Kesenian Pamekasan

Incoming search terms:

sejarah batik madura filosofi / makna batik leres dari madura filosofi makna motif daun dan warna batik madura makalah batik madura dengan bahasa madura motif batik parang termudah

100000
Rp 90000
stok habis
135000
Rp 120000
stok habis
95000
Rp 85000
stok habis
90000
Rp 80000
stok habis
120000
Rp 110000
stok habis
110000
Rp 100000
stok habis
100000
Rp 85000
stok habis
115000
Rp 100000
stok habis
Batik Terbaru
batikmadura99.com
JL. Basar III/17 Pamekasan
Madura, Jawa Timur
Telp. 0324-333805
SMS Center/Call. 087850507172
BBM 2B394ECF
Customer Service
ym1
ym2
Pembayaran
BCA 1920548535
MANDIRI 141 00 11512951 A.N. MOCH. MALIK
Pengiriman
Testimoni